
2. Neni Nur Mufida
3. Hendrik Dian Kurniawan, SE
4. Aris Wisnu Wardana, S.Pd
5. Nanang Trenggono
Alamat : Jl. Airlangga No. 7 Sukodadi. Telp. (0322) 6755557. Fax (0322) 316912
* Kata Bijak * : "Menyesal . karena . telah . mencoba . akan . lebih . baik . dari . pada . hanya . diam . tanpa . melakukan . suatu . tindakan" (You were the wind beneath my wings, taught me how to fly. With you I lived among the kings, how could this ever die) Email:heinz_grez@yahoo.com Blog:http://heinzrich.blogspot.com
Malam ini terasa dingin, sepi dan kalut
Guyuran hujan seakan menggambarkan torehan tinta hidupku malam ini. Kedinginan, kesepian dan dihantui perasaan kalut sepertinya selalu menjadi teman setia kala aku terbangun dari tidur. Apakah aku harus terus tertidur tanpa harus terbangun? Tertidur seraya bermimpi indah dan tak ada seorang pun yang bisa menghapus mimpi itu dari alam mayaku. Apalah artinya jika aku kemudian terbangun tapi aku tidak bisa menikmati impianku bahkan hanya untuk merasakan semua impian itu. Jika aku harus tertidur selamanya demi menemui impianku untuk bertemu seseorang yang aku sayangi, aku rela.
Aku merasa jauh, jauh dari pandanganmu, jauh dari pendegaranmu, jauh dari jangkauanmu dan mungkin jauh dari segalanya. Apa mungkin karena aku telah lalai kepadamu hingga kau seolah melupakan aku. Jika memang kesepianku ini adalah bagian dari hidupku, aku ingin bertanya pada diriku sendiri "Mampukah aku melalui hari hariku dengan kesepian tanpa ada seorang yang bisa menjadi penerang dan kedamaian dalam hidupku serta matiku ?"



Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.
So... Patutkah kita merayakan budaya kaum Yahudi???







